Langsung ke konten utama

Bijak Menggunakan Sosial Media dengan Tri Kaya Parisudha


Perkembangan dari media sosial sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing – masing situs jejaring sosial. 

Tiga milliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbaharui perangkat ini.

Pesatnya perkembangan media sosial tersebut dikarenakan dengan media sosial semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone

Sayangnya, belakangan ini konten dari media sosial sangat banyak yang negatif, seperti hoax, hate speech dan opini yang tidak benar yang digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Hal ini akan memberikan dampak buruk kepada masyarakat terutama generasi muda yang sebagian besar waktunya dipakai menggunakan sosial media.

Tri Kaya Parisudha dalam Bersosial Media

Kita sebagai manusia harus bisa menjaga atau mengendalikan setiap tindakan yang akan kita lakukan baik dari pikiran, perkataan dan perbuatan atau tingkah laku. Biasanya setiap tindakan berawal dari pikiran berlanjut ke perkataan dan ketindakan sehingga menimbulkan akibat dari yang kita lakukan,

Dalam agama Hindu kita mengenal dengan adanya tiga jenis tindakan yang bisa menimbulkan akibat. Tiga hal tersebut adalah Tri Kaya Parisudha yang artinya tiga jenis tindakan yang merupakan landasan ajaran etika Agama Hindu dalam menjalani hidup guna mencapai kesempurnaan dan kesucian hidupnya. Landasan etika ini di jaman now ini juga melandasi kita sebagai umat hindu dalam menggunakan sosial media. Bagian-bagian Tri Kaya Parisuda itu antara lain:
Manacika artinya berfikir yang baik dan benar atau suci, setiap tindakan berawal dari pikiran oleh sebab itu berusaha untuk berpikir yang positif untuk mengendalikan perkataan dan tingkah laku agar selalu berkata dan berbuat yang baik. Begitu pula dalam menggunakan media sosial, diperlukan juga pikiran atau niat yang baik saat menggunakan sosial media, kita tidak berniat menggunakan sosial media untuk curhat kesedihan, untuk menghujat orang lain dan hal-hal negatif lainnya sehingga kita bisa bijak dalam menggunakannya sosial media.
Wacika artinya berkata yang benar dan baik, setiap orang lebih suka mendengar perkataan yang benar dan jujur walau kadang menyakitkan, tetapi sakitnya hanya sesaat. Semua orang tidak suka dicaci dan dimaki, kendalikanlah diri supaya tidak sampai seperti itu, atau jangan suka menghina orang karena setiap manusia adalah sama. Demikian juga dalam menggunakan sosial media, kita harus tetap santun, menjaga komen-komen kita agar tetap baik jauh dari ahimsa (tidak menyakiti)
Kayika artinya selalu berbuat atau bertingkah laku yang benar. Dalam sosial media ini sangat penting sekali yaitu berhati-hati dalam membagikan konten sosial media agar jangan kita ikut menyebarkan berita hoax, hate speech dan semacamnya

Kesimpulannya adalah ketiga bagian dari Tri Kaya Parisudha tersebut dalam menggunakan sosial media akan saling berhubungan, agar sosial media bermanfaat baik maka harus dimulai dengan pikiran dan niat yang baik dalam menggunakan sosial media, sehingga muncul perkataan yang baik dan santun di sosial media dan akhirnya timbul tindakan yang baik pula dalam sosial media yaitu dengan membagikan hal-hal yang positif dan menginspirasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Hindu Menyembah Banyak Tuhan ya?

Pertanyaan ini sering sekali kita dapatkan dalam pergaulan sehari-hari, awalnya bingung juga menjawabnya, syukurlah ada Buku Hindu Menjawab yang menerangkannya dengan sangat mudah untuk dimengerti. Jadi begini ceritanya dalam Weda ada disebutkan : Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti Tuhan itu satu, tetapi orang bijakasana menyebutnya dengan berbagai nama Nah itu sama seperti orang tua kita, oleh nenek dan kakek kita mereka disebut anak, oleh saudaranya mereka disebut kakak atau adik, oleh temannya mereka disebut sahabat, dikantornya bisa dipanggil atasan atau bawahan, dan nama-nama lainnya akan tetapi orangnya adalah sama. Dan kenapa juga kita menyembah pohon, batu dan lain-lain apakah Tuhan ada disana? Tuhan dalam Agama Hindu adalah Maha ada, Maha Tidak Terbatas,  Tuhan  Wyapi Wyapaka , ada dimana-mana karena Tuhan bersifat rohani, bukan jasmani. Tuhan seperti api yang ada pada setiap kayu yang terbakar, atau seperti listrik yang menghidupkan semua ala...