Langsung ke konten utama

Postingan

Arjuna Digital di Era Milenia

Tulisan ini berawal dari kegalauan para Arjuna Muda  sama seperti Bab Pertama dalam Bhagawad Gita akibat dari tidak tentunya masa depan nya, di jaman now ini kami harus menghadapi era distrupsi  yaitu situasi di mana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja semakin ketat. Perubahannya sangat cepat, dan tidak tentu. Apalagi ditambah lagi dengan masuknya kita pada Revolusi Industri 4.0 disaat teknologi dan robot akan menggantikan peran manusia karena  jauh lebih efektif dan efisien. Keragu-raguan dan kegalauan ini makin bertambah dengan maraknya hal-hal negatif disosial media yang membuat riuhnya suasana Bangsa dan Negara, sosial media dipakai alat untuk menyebarkan SARA yang memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia. Beruntunglah kita menjadi umat Hindu karena kita memiliki nilai-nilai ajaran dari Kitab Suci Weda yang dapat menghilangkan keraguan tersebut, Agama Hindu selalu muda, selalu fresh karena kita kaya akan literatur yang dapat menjad...
Postingan terbaru

Bijak Menggunakan Sosial Media dengan Tri Kaya Parisudha

Perkembangan dari media sosial sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing – masing situs jejaring sosial.  Tiga milliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbaharui perangkat ini. Pesatnya perkembangan media sosial tersebut dikarenakan dengan media sosial semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone Sayangnya, belakangan ini konten dari media sosial sangat banyak yang negatif, seperti hoax, hate speech dan opini yang tidak benar yang digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Hal ini akan memberikan dampak buruk kepada masyarakat te...

Orang Hindu Menyembah Banyak Tuhan ya?

Pertanyaan ini sering sekali kita dapatkan dalam pergaulan sehari-hari, awalnya bingung juga menjawabnya, syukurlah ada Buku Hindu Menjawab yang menerangkannya dengan sangat mudah untuk dimengerti. Jadi begini ceritanya dalam Weda ada disebutkan : Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti Tuhan itu satu, tetapi orang bijakasana menyebutnya dengan berbagai nama Nah itu sama seperti orang tua kita, oleh nenek dan kakek kita mereka disebut anak, oleh saudaranya mereka disebut kakak atau adik, oleh temannya mereka disebut sahabat, dikantornya bisa dipanggil atasan atau bawahan, dan nama-nama lainnya akan tetapi orangnya adalah sama. Dan kenapa juga kita menyembah pohon, batu dan lain-lain apakah Tuhan ada disana? Tuhan dalam Agama Hindu adalah Maha ada, Maha Tidak Terbatas,  Tuhan  Wyapi Wyapaka , ada dimana-mana karena Tuhan bersifat rohani, bukan jasmani. Tuhan seperti api yang ada pada setiap kayu yang terbakar, atau seperti listrik yang menghidupkan semua ala...

Saat semuanya semakit cepat BALI BERANI BERHENTI!

Sebuah judul lagu dari Navicula, disaat semuanya makin cepat, makin riuh, tahun baru diperingati dengan gegap gempita tapi kita di Bali berbeda, permulaan tahun baru saka diperingati dengan menyepi. Ini cinta dalam diam Bila cinta perlu berkorban Ho cinta untukmu cinta untuk semua dan masa depannya Oo untuk aku juga                Memang benar kita berani berhenti saat nyepi adalah wujud cinta kita dalam diam, melalui pengorbanan melakukan Catur Berata Penyepian. Amati Geni: berpantang menyalakan api, lampu atau alat elektronik Amati Karya: menghentikan kerja atau aktivitas fisik untuk belajar dan refleksi diri atas hidup yang dijalani Amati Lelanguan: berpantang menghibur diri atau melakukan kesenangan. Amati Lelungaan: tidak bepergian. Sebuah bentuk cinta yang luas untuk semua mahluk dan untuk masa depan dan tentu saja untuk aku juga. Ku telah terlampau lelah Berilah aku waktu sesaat Tuk m...

Kita merayakan 6 Kali Valentine dalam Setahun Lho...

Berbahagia saya jadi hindu karena keren banget, diseluruh Bali dan Nusantara baik anak sekolah yang masih rajin Tri Sandya dipagi dan siang hari disekolah dan juga dirumah dan juga orang dewasa selalu melantunkan mantram ini "……Om Kesama swamem Mahadewa, sarwa prani hitang karah…….",  "……. Ya Tuhan hampunilah segala dosa/kesalahan dari semua ciptaanMu........." Keren banget kan, kita memintakan maaf semua mahluk ciptaan Tuhan, bukan hanya manusia, jika difahami alangkah baik hatinya jadinya kita ini. Ya memang benar Hindu tidak hanya menghargai sesama hindu saja tapi semua mahluk, tidak ada yang lebih mulia ataupun lebih hina semuanya ciptaan Tuhan, dan kita diajarkan oleh alam akan hal ini seperti matahari ( Dewa Surya) tidak pilih kasih menyinari, mulia-hina, besar- kecil, baik-jahat, pria-wanita semua mendapat sinar yang sama. Untuk lebih mengingat hal ini maka di Bali kita dibuatkan hari raya untuk kebih mencintai alam semesta beserta is...