Langsung ke konten utama

Kita merayakan 6 Kali Valentine dalam Setahun Lho...



Berbahagia saya jadi hindu karena keren banget, diseluruh Bali dan Nusantara baik anak sekolah yang masih rajin Tri Sandya dipagi dan siang hari disekolah dan juga dirumah dan juga orang dewasa selalu melantunkan mantram ini
"……Om Kesama swamem Mahadewa, sarwa prani hitang karah…….", 
"……. Ya Tuhan hampunilah segala dosa/kesalahan dari semua ciptaanMu........."

Keren banget kan, kita memintakan maaf semua mahluk ciptaan Tuhan, bukan hanya manusia, jika difahami alangkah baik hatinya jadinya kita ini.

Ya memang benar Hindu tidak hanya menghargai sesama hindu saja tapi semua mahluk, tidak ada yang lebih mulia ataupun lebih hina semuanya ciptaan Tuhan, dan kita diajarkan oleh alam akan hal ini seperti matahari ( Dewa Surya) tidak pilih kasih menyinari, mulia-hina, besar- kecil, baik-jahat, pria-wanita semua mendapat sinar yang sama.

Untuk lebih mengingat hal ini maka di Bali kita dibuatkan hari raya untuk kebih mencintai alam semesta beserta isinya, ya benar hari valentine di Bali yaitu Tumpek, melui hari raya ini lita diajarkan untuk memiliki kasih sayang yang luas kepada seluruh ciptaan Tuhan dengan menanamkan sifat menghargai tidak hanya sesama manusia tapi juga kepada binatang, tumbuhan, leluhur dan seluruh ciptaannya. Serta kita juga diamanatkan untuk menjaga keharmonisan alam semesta karena hindu meyakini bahwa semua mahluk memiliki jiwa yang sama yang berasal dari Tuhan yaitu Atman.

Ok guys yang pertama adalah Tumpek Wariga yaitu wujud kasih sayang dan terimakasih kita kepada Tumbuhan yang memberi kita bahan makanan dan juga merubah karbon dioksida menjadi oksigen sehingga kita masih bisa hidup dan bernafas, disini jelas sekali bahwa hindu mengajari kita untuk melestarikan lingkungan karena hanya dengan lingkungan yang lestari maka kita akan menemukan kebahagiaan.

Yang kedua yaitu Pumpek Kandang adalah bentuk kasih sayang kita kepada binatang, terutama binatang yang dekat dengan kehidupan manusia yang telah menolong kehidupan keseharian manusia. Walaupun hewan masih dijadikan bahan konsumsi tapi setidaknya disatu hari kita diajarkan memberikan penghormatan kepada hewan ternak karena telah berkorban untuk kelangsungan kehidupan manusia.

Tumpek Wayang dan Tumpek Klurut, umat hindu menunjukan rasa kasih sayang kepada sesama dengan memberikan penghiburan untuk menyenangkan hati sesama, tumpek wayang ini adalah wujud terimakasih dan penghargaan dengan penuh kasih kepada alat-alat yang telah dipakai sarana berkesenian terutama wayang dan gamelan yang memberikan hiburan dan tuntunan kepada sesama manusia.

Tumpek Kuningan, tanpa kebaikan hati leluhur kita tidak bisa akan hindup sehingga dimonen inilah kita pakai untuk mengungkapkan kasih sayang dan penghormatan kepada para leluhur kita yang telah memberikan limpahan karunianya kepada kita yang masih hidup didunia.

Tumpek Landep, selain sebagai hari pemujaan agar intelektualitas manusia semakin tajam (landep), hari ini juga dimaknai sebagai wujud kasih sayang dengan berterimakasih kepada perkakas yang terbuat dari besi yang telah membantu meringankan kehidupan manusia.

Segitu dulu ya guys  sehingga bisa disimpulkan bahwa Hindu tidak mengajarkan sifat individu dan sifat egois.  Umat Hindu tentunya merasa sangat bangga memeluk agamanya  yang selalu mengajarkan umatnya mencari kedamaian bersama dengan memberikan cinta kasih kepada semua ciptaan Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bijak Menggunakan Sosial Media dengan Tri Kaya Parisudha

Perkembangan dari media sosial sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing – masing situs jejaring sosial.  Tiga milliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbaharui perangkat ini. Pesatnya perkembangan media sosial tersebut dikarenakan dengan media sosial semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone Sayangnya, belakangan ini konten dari media sosial sangat banyak yang negatif, seperti hoax, hate speech dan opini yang tidak benar yang digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Hal ini akan memberikan dampak buruk kepada masyarakat te...

Orang Hindu Menyembah Banyak Tuhan ya?

Pertanyaan ini sering sekali kita dapatkan dalam pergaulan sehari-hari, awalnya bingung juga menjawabnya, syukurlah ada Buku Hindu Menjawab yang menerangkannya dengan sangat mudah untuk dimengerti. Jadi begini ceritanya dalam Weda ada disebutkan : Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti Tuhan itu satu, tetapi orang bijakasana menyebutnya dengan berbagai nama Nah itu sama seperti orang tua kita, oleh nenek dan kakek kita mereka disebut anak, oleh saudaranya mereka disebut kakak atau adik, oleh temannya mereka disebut sahabat, dikantornya bisa dipanggil atasan atau bawahan, dan nama-nama lainnya akan tetapi orangnya adalah sama. Dan kenapa juga kita menyembah pohon, batu dan lain-lain apakah Tuhan ada disana? Tuhan dalam Agama Hindu adalah Maha ada, Maha Tidak Terbatas,  Tuhan  Wyapi Wyapaka , ada dimana-mana karena Tuhan bersifat rohani, bukan jasmani. Tuhan seperti api yang ada pada setiap kayu yang terbakar, atau seperti listrik yang menghidupkan semua ala...