Langsung ke konten utama

Saat semuanya semakit cepat BALI BERANI BERHENTI!


Sebuah judul lagu dari Navicula, disaat semuanya makin cepat, makin riuh, tahun baru diperingati dengan gegap gempita tapi kita di Bali berbeda, permulaan tahun baru saka diperingati dengan menyepi.

Ini cinta dalam diam
Bila cinta perlu berkorban
Ho cinta untukmu cinta untuk semua dan masa depannya
Oo untuk aku juga              

Memang benar kita berani berhenti saat nyepi adalah wujud cinta kita dalam diam, melalui pengorbanan melakukan Catur Berata Penyepian.
  1. Amati Geni: berpantang menyalakan api, lampu atau alat elektronik
  2. Amati Karya: menghentikan kerja atau aktivitas fisik untuk belajar dan refleksi diri atas hidup yang dijalani
  3. Amati Lelanguan: berpantang menghibur diri atau melakukan kesenangan.
  4. Amati Lelungaan: tidak bepergian.

Sebuah bentuk cinta yang luas untuk semua mahluk dan untuk masa depan dan tentu saja untuk aku juga.

Ku telah terlampau lelah
Berilah aku waktu sesaat
Tuk membasuh luka tuk membasuh jiwa agar suci lagi
Oo meski hanya sehari

Alam selama setahun sudah melayani kita dengan sangat baiknya, bahkan sering kita menyakitinya karena keserakahan kita, di Hari Nyepi ini kita memberikan waktu alam untuk kembali menyembuhkan diri, bukan saja bhuwana agung akan tetapi bhuana alit yaitu diri sendiri kita biarkan sesaat untuk beristirahat dari keramaian dunia

Melalui diamnya nyepi Bali dapat mengurangi emisi sebanyak 20.000 ton, selain memberikan penyegaran pada lingkungan, pengurangan emisi yang cukup signifikan ke depannya dapat mengurangi dampak buruk gas rumah kaca dan membantu memperkecil pemanasan global.

Saat dia datang
Kurasa tenang
Meski gelap malam
Kurasa bintang- bintang lebih terang


Reff:
Saat semua semakin cepat
Bali berani berhenti dan menyepi

Melalui nyepi kita juga bisa lebih menengkan diri, lebih bisa berkomunikasi dengan alam melalui perenungan, dan jika diperhatikan cahaya bintang sangat terang disaat nyepi.

Kita memang keren berani berhenti disaat semua semakin cepat, bandara, pelabuhan, hiburan bahkan internet juga berhenti agar alam kembali harmoni

Para aktivis lingkungan di Bali kini mulai menyerukan kepada dunia untuk mengikuti konsep Nyepi demi menyelamatkan Bumi dari dampak buruk pemanasan global. Yaitu dengan menyelenggarakan World Silent Day setahun sekali, tepatnya pada 21 Maret. "Inspirasi World Silent Day ini muncul dari kearifan budaya lokal Bali, yakni perayaan Nyepi yang dilakukan setahun sekali. Selain yang hampir sama dengan inspirasi nyepi adalah Earth Hour adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim.

Agama Hindu memang keren, menjadi inspirasi dalam kegiatan mengharmoniskan dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bijak Menggunakan Sosial Media dengan Tri Kaya Parisudha

Perkembangan dari media sosial sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing – masing situs jejaring sosial.  Tiga milliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbaharui perangkat ini. Pesatnya perkembangan media sosial tersebut dikarenakan dengan media sosial semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone Sayangnya, belakangan ini konten dari media sosial sangat banyak yang negatif, seperti hoax, hate speech dan opini yang tidak benar yang digunakan untuk menggiring opini masyarakat. Hal ini akan memberikan dampak buruk kepada masyarakat te...

Orang Hindu Menyembah Banyak Tuhan ya?

Pertanyaan ini sering sekali kita dapatkan dalam pergaulan sehari-hari, awalnya bingung juga menjawabnya, syukurlah ada Buku Hindu Menjawab yang menerangkannya dengan sangat mudah untuk dimengerti. Jadi begini ceritanya dalam Weda ada disebutkan : Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti Tuhan itu satu, tetapi orang bijakasana menyebutnya dengan berbagai nama Nah itu sama seperti orang tua kita, oleh nenek dan kakek kita mereka disebut anak, oleh saudaranya mereka disebut kakak atau adik, oleh temannya mereka disebut sahabat, dikantornya bisa dipanggil atasan atau bawahan, dan nama-nama lainnya akan tetapi orangnya adalah sama. Dan kenapa juga kita menyembah pohon, batu dan lain-lain apakah Tuhan ada disana? Tuhan dalam Agama Hindu adalah Maha ada, Maha Tidak Terbatas,  Tuhan  Wyapi Wyapaka , ada dimana-mana karena Tuhan bersifat rohani, bukan jasmani. Tuhan seperti api yang ada pada setiap kayu yang terbakar, atau seperti listrik yang menghidupkan semua ala...